NIM : 13.191.025
KELAS : IK1B - UNIVERSITAS BINA DARMA ( U B D ) PALEMBANG
MATA KULIAH : PENGANTAR SOSIOLOGI KELAS : IK1B - UNIVERSITAS BINA DARMA ( U B D ) PALEMBANG
REVIEW : BAB 9
DOSEN PENGAMPUH : SUMARNI BAYU ANITA, S.Sos
MASALAH
SOSIAL DAN MANFAAT SOSIOLOGI
Sebagaimana
telah diuraikan pada permulaan buku ini, sosiologi terutama menelaah
gejala-gejala yang wajar dalam masyarakat seperti norma-norma, kelompok ,
lapisan masyarakat, lembaga-lembaga kemasyarakatan, proses , perubahan dan
kebudayaan, serta perwujudannya. Tidak semua gejala-gejala tersebut berlangsung
secara normal sebagaimana dikehendaki masyarakat bersangkutan.
Gejala-gejala
yang tidak dikehendaki merupakan gejala abnormal atau gejalapatologis. Hal itu
disebabkan karena unsur-unsur masyarakat tidak dapat berfungsi sebagaimana
mestinya,sehingga menyebabkan kekecewaan dan penderitaan. Masalah – masalah
tersebut berbeda dengan problema-problema lain dalam masyarakat, karena
maslaah-masalah tersebut berhubungan erat dengan nilai-nilai dan lembaga-lembaga
kemasyarakatan. Hal ini dinamakan masalah karena bersangkut paut dengan
gejala-gejala yang mengganggu kelanggengan dalam masyarakat. Dengan demikian,
masalah-masalah menyangkut nilai-nilai yang mencangkup pula segi moral, karena
untuk dapat mengklasifikasikan suatu persoalan sebagai masalah harus digunakan
penilaian sebagai pengukurannya.
Masalah
sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau
masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Atau menghambat
terpenuhinya keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut, sehingga
menyebabkan kepincangan ikatan sosial.
Di
samping kebutuhan-kebutuhan tersebut, atas dasar unsur biologis, berkembang
pula kebutuhan lain yang timbul karena pergaulan dalam masyarakat, yaitu
kedudukan sosial, peranan sosial dan sebagainya. Apabila individu tidak dapat
memenuhi kebutuhan-kebutuhan biologis serta kebutuhan-kebutuhan biologis. Dan
dia akan merasa kehidupan ini tak banyak gunanya.
Untuk
merumuskan apa yang dinamakan dengan masalah sosial tidak begitu sukar, dari
pada usaha-usaha untuk membuat suatu indeks yang memberi petunjuk akan adanya
masalah sosial tersebut. Banyak yang mengusahakan adanya indeks tersebut
seperti minsalnya indeks simple ratesi yaitu angka laju gejala-gejala abnormal
dalam masyarakat, angka-angka bunuh diri, perceraian dan sebgainya. Sering juga
diusahakan system composite indice yaitu gabungan indeks-indeks dari
bermacam-macam aspek yang mempunyai kaitan satu dengan lainnya. Indeks-indeks tersebut sukar untuk dijadikan ukuran mutlak,
karena system nilai dan norma-norma dalam setiap masyarakat berbeda satu dengan
lainnya. Angka-angka bunuh diri yang tinggi di dalam suatu masyarakat tertentu
mungkin dianggap sebagai suatu indeks akan adanya disorganisasi.
Klasifikasi
yang berbeda, mengadakan pengolahan atas dasar kepincangan-kepincangan dalam
warisan fisik, warisan biologis, warisan social dan kebijaksanaan social.
Kedalam kategori pertama dapat dimasukkan masalah social yang disebabkan adanya
pengangguran atau batasan-batasan sumber alam. Kategori kedua mencangkup
persoalan-persoalan penduduk, minsalnya bertambah atau berkurangnya penduduk,
pembatasan kelahiran, migrasi dan sebagainya.
Dalam menentukan apakah suatu masalah merupakan problema social atau tidak, sosiologi menggunakan beberapa pokok persoalan sebagai ukuran, yaitu :
Masalah
social yaitu, tidak adanya persesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-nilai
social dengan kenyataan-kenyataan serta tindakan-tindakan sosial. Unsur-unsur
yang pertama dan pokok dari masalah social adalah adanya perbedaan yang
mencolok antara nilai-nilai dengan kondisi-kondisi nyata kehidupan. Artinya,
adanya kepincangan-kepincangan antara anggapan-anggapan masyarakat tentang apa
yang seharusnya terjadi. Secara sosiologis, agak sulit untuk menentukan secara
mutlak sampai sejauh mana kepincangan dalam masyarakat dapat diklasifikasikan
sebagai suatu problema social juga.
Masalah
sosial merupakan persoalan-persoalan yang timbul secara langsung dari atau
bersumber langsung kondisi-kondisi maupun proses-proses sosial. Jadi
sebab-sebab terpentingnya masalah social haruslah bersifat sosial. Ukurannya
tidaklah semata-mata pada perwujudannya yang bersifat sosial, akan tetapi juga
pada sumbernya.
Kepincangan
yang disebabkan oleh gempa bumi, angin topan, meletusnya api, banjir, epidemi
dan segala sesuatunya yang disebabkan oleh alam, bukan merupakan maslah sosial.
Yang pokok disini adalah bahwa akibat dari gejala-gejala tersebut, baik gejala sosial maupun bukan sosial, menyebabkan masalah sosial. Inilah yang menjadi ukuran bagi sosiologi.
Yang pokok disini adalah bahwa akibat dari gejala-gejala tersebut, baik gejala sosial maupun bukan sosial, menyebabkan masalah sosial. Inilah yang menjadi ukuran bagi sosiologi.
Mungkin
dikatakan bahwa orang banyaklah yang harus menentukannya, atau segolongan orang
yang berkuasa saja atau lain-lainnya. Dalam masyarakat merupakan gejala yang
wajar jika sekelompok warga masyarakat menjadi pimpinan masyarakat tersebut.
Golongan kecil tersebut mempunyai kekuasaan dan wewenang yang lebih besar dari
orang lain untuk membuat serta menentukan kebijaksanaan sosial.
Dalam
hal ini para sosiologi harus mempunyai hipotesis sendiri untuk kemudian
diujikan pada kenyataan-kenyataan yang ada. Sikap masyarakat itu sendirilah
yang menentukan apakah suatu gejala merupakan suatu problema social atau tidak.
ada
beberapa persoalan yang dihadapi oleh masyarakat-masyarakat pada umumnya sama
yaitu minsalnya :
Kemiskinan
Kemiskinan
diartikan sebagai suatu keadaan dimana seorang tidak sanggup memelihara dirinya
sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu
memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Factor-faktor yang menyebabkan mereka
membenci kemiskinan adalah kesadaran bahwa mereka telah gagal untuk memperoleh
lebih dari apa yang telah dimilikinya dan perasaan akan adanya ketidak adilan.
Kejahatan
Masalah
diatas memang terkenal rumit karena menyangkut paling sedikit beberapa aspek
sebagaiberikut :
a.
Siapakah lapisan tertinggi masyarakat yang
karena profesi dan kedudukannya mempunyai peluang untuk melakukan kejahatan
tersebut.
b.
Apakah perbuatan serta gejala-gejala yang dapat
dikualifikasikan sebagai white-collar crime.
c.
Faktor-faktor social dan individual apa yang
menyebabkan orang berbuat demikian.
d.
Bagaimana tindakan-tindakan pencegahannya
melalui sarana-sarana pengendalian social tertentu.
Disorganisasi Keluarga
Disorganisasi
keluarga adalah perpecahan keluarga sebagai suatu unit, karena
anggota-anggotanya gagal memenuhi kewajiban yang sesuai dengan peranan
sosialnya.
Masalah Generasi Muda dalam Masyarakat Modern
Masalah
generasi muda pada umumnya ditandai oleh dua ciri yang berlawanan, yakni
keinginan untuk melawan (minsalnya dalam bentuk redikalisme, delinkuensi dan
sebagainya) dan sikap yang apatis. Sikap
melawan mungkin disertai dengan suatu rasa takut bahwa masyarakat akan hancur
karena perbuatan-perbuatan menyimpang. Sedangkan sikap apatis biasanya disertai
dengan rasa kecewa terhadap masyarakat. Generasi muda biasannya menghadapi
masalah social dan biologis.
Peperangan
Perperangan
mungkin merupakan masalah social paling sulitdipecahkan sepanjang sejarah
kehidupan manusia. Sehingga memerlukan kerjasama internasional yang hingga kini
belum berkembang dengan baik. Perkembangan teknologi yang pesat semakin
memoderilisasikan cara-cara berperang dan menyebabkan pula kerusakan-kerusakan
yang lebih hebat ketimbang masa lampau.
Pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat
Pelacuran
Sebab
terjadinya pelacuran haruslah dilihat pada factor endogen dan eksogen. Diantara
factor endogen dapat disebutkan nafsu kelamin yang besar, sifat malas dan
keinginan yang besar untuk hidup mewah. Diantara factor tersebut yang utama
adalah factor ekonomis, urbanisasi yang tak teratur. Sebab utama adalah konflik
mental, situasi hidup yang tidak dewasa ditambah dengan intelligentsia yang
rendah.
Delinkuensi Anak-anak.
Delinkuensi
anak-anak yang terkenal di Indonesia adalah masalah cross boys dan cross girl
yang merupakan sebutan bagi anak-anak muda yang tergabung dalam suatu ikatan
/organisasi formal atau semi formal dan mempunyai tingkah laku yang
kurang/tidak disukai oleh masyarakat pada umumnya.
Alkoholisme
Masalah alkoholisme dan pemabuk pada kebanyakan masyarakat pada umumnya tidak
berkisar pada apakah alcohol boleh atau dilarang digunakan. Persoalan pokoknya adalah siapa yang boleh menggunakannya, dimana,
bilamana dan dalam kondisi yang bagaimana. Umumnya orang awam berpendapat bahwa
alcohol merupakan suatu system syaraf.
Homoseksualitas
Homoseksual
adalah seseorang yang cendrung mengutamakan orang yang sejenis kelaminnya
sebagai mitra seksual. Homoseksual merupakan sikap atau tindakan pola perilaku
para homoseksual.
Masalah Kependudukan
Penduduk
suatu Negara, pada hakikatnya merupakan sumber yang sangat penting bagi
pembangunan, sebab penduduk merupakan subyek serta obyek pembangunan.
Masalah Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup biasanya dibedakan dalam
kategori-kategori sebagai berikut :
1.
Lingkungan fisik, yaitu semua benda mati yang
ada di sekeliling manusia.
2.
Lingkungan biologis, yaitu segala sesuatu di
sekeliling manusia yang berupa organisme yang hidup (disamping manusia itu
sendiri).
3.
Lingkungan social, yang terdiri dari
orang-orang baik individual maupun kelompok yang berada disekitar manusia.
Dewasa
ini ditemukan cara-cara analisis yang lebih efektif, walaupun metode-metode
lama yang terbukti tidak efektif, belum dapat dihilangkan begitu saja. Hal ini
disebabkan ilmu social pada umumnya belum sanggup untuk menetapkan secara
mutlak dan pasti apa yang merupakan masalah social pokok. Lagi pula pengaruh
pemecahan masalah social tidak dirasakan dengan segera, tetapi setelah jangka
waktu yang cukup lama. Akhirnya perlu dicatat bahwa pasti ada reaksi terhadap
masalah social menyangkut nilai-nilai dan perasaan social. Akan tetapi walaupun
ada kekurangan, namun penelitian terhadap masalah social berkembang terus.
Metode yang digunakan ada yang bersifat preventif dan represif. Metode yang
preventif jelas lebih sulit dilaksanakan, karena harus didasarka pada
penelitian yang mendalam terhadap sebab-sebab terjadinya masalah social.
Perencanaan
social pada dewasa ini menjadi cirri umum bagi masyarakat yang sedang mengalami
perubahan atau perkembangan. Sebenarnya perencanaan social yang bertujuan untuk
melihat jauh ke muka telah ada sejak dahulu dan telah pula difikirkan oleh para
sosiolog.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar