Minggu, 11 Januari 2015

REVIEW BUKU PEMPEK PALEMBANG


Dari buku Sumarni Bayu Anita,S.Sos.,M.A.yang berjudul ”Pempek Palembang” yang mendeskripsikan identitas wong kito melalui kuliner local kebanggaan wong Palembang. Dari buku ini saya tertarik pada BAB IV yang berjudul “Wong Palembang dan pempeknya” pada bab ini membahas tentang hubungan antara orang-orang Palembang dengan pempeknya. Adapun teorinya,menurut Kathryn woodward tentang identitas yang dibentuk lewat penandaan perbedaan,sehingga membentuk system penggolongan yang setidaknya menjadi dua kelompok yang saling berlawanan wong Palembang dan wong non-palembang dan pemikiran Mary Douglas mengenai penciptaan orang dalam dan orang luar serta ko9ntruksinya dalam struk social. Adapun dari bab ini bagian yang saya anggap menarik yaitu pada bagian ke-13 yaitu:
Ø Pempek kelas atas sebagai wacana dominan.
      Dari identifikasi model ini,nyatanya pempek bagi wong Palembang memang menciptakan kelas-kelas yang berdampak pada perilaku mereka sendiri dalam mengonsumsinya. Adapun pempek kelas atas sebagai wacana domoinan sering kali muncul sebagai”rupa”pempek yang layak dijadikan sebagai ikon kuliner kota Palembang. Pada dasarnya para produsen pempek dipalembang tidak akan pernah kehilangan konsumen,hal in karena seluruh wong Palembang dikota Palembang itu sendiri adalah sasaran dasar yang tidak akan pernah habis. Apapun kelas pempek yang dibuat akan selalu ada konsumen yang akan menikmatinya.konsumen pempek memang tidak memandang gender,usia,agama,profesi,etnis,maupun posisi politik. 

Contoh bentuk konsumi pempek yang ditunjukkan untuk sasaran pasar kelas atas adalah penyajian pempek sebagai ikon kuliner kota Palembang oleh pemerintah daerah setempat dan para tamu agungnya. Meski masyarakat Palembang diketahui memiliki keramah-tamahan dan sikap terbuka terhadap para tamu,sekalipun bangsa Asing, berbagai souvenir yang mengesankan untuk dibawa pulang seperti songket,kerajinan kayu,keramik,timah,batu-batu,permata,bahkan makanan yang enak sering kali menjadi hal yang wajib untuk dipersembahkan kepada para tamunya. Rasa pempek merupakan kategori terakhir yang peneliti buat untuk membedakan kelas-kelas pempek pada kelas bawah ,rasa yang diberikan oleh pempek dan cuko emamg berbeda dengan kelas atas sebagai pempek Palembang tetap menganggapnya dipinggirkan meski secara kontestasi masih terusterjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar