Jumat, 09 Oktober 2015

TUGAS SEMIOTIKA




SEMIOTIKA,LAMBANG DAN SIMBOL
PADA LOGO STARBUCKS








DI SUSUN OLEH
:

NAMA
:
RAHMAT
NIM:
ROHMAT HARIYANTO
NIM : 13. 191.025
KELAS
:
ILMU KOMUNIKASI ( IK 2B )
MATA KULIAH
:
SEMIOTIKA DASAR
DOSEN PENGAMPUH
:
AHMAD MUHAIMIN, S.SOS., M.Si.


DEPARTEMEN PERGURUAN TINGGI
UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
( F I K O M )
TAHUN 2015



KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya yang dianugerahkan kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya yang telah ditentukan. Adapun judul makalah ini adalahSemiotika, Lambang dan Simbol
Tujuan dari penyusunan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah semantik yang telah diberikan oleh dosen, supaya kami lebih memahami hakikatSemiotika,Lambang dan Simbol.
Akhirnya, kami mengucapkan terima kasih dan mengharapkan kritik serta saran yang positif dan bersifat membangun dari para pembaca demi penyempurnaan dan perbaikan makalah ini selanjutnya.Semoga makalah ini bermanfaat bagi seluruh pembaca.



                                                                                                Palembang, 11 Mei 2015

                                                                                                                           Penulis




BAB I
PENDAHULUAN
                                                                                                
1.1  Latar Belakang
Kata lambang sudah sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari.Umpamanya dalam membicarakan bendera kita Sang Merah Putih sering dikatakan warna merah adalah lambang keberanian dan putih lambang kesucian.Atau gambar bintang dalam burung Garuda Pancasila yang menjadi lambang Negara kita yang merupakan lambang asas ketuhanan Yang Maha Esa; serta gambar padi dan kapas yang merupakan lambang asas keadillan social.
Kata lambangsering dipadankan dengan kata simbol dengan pengertian yang sama atau bahkan Saussure dalam (Chaer, 1994:39) menggunakan istilah tanda (signe) atau tanda lingusitik  (signe linguistique), bahkan akhir-akhir ini sudah biasa juga digunakan istilah penanda “untuk yang menandai” Signifie menurut peristilahan de Saussure) dan petanda “untuk yang ditandai” .
Untuk mengetahui dan menjawab perbedaan ataupun persamaan istilah tersebut secara mendalam, perlu ditelusuri melalui disiplin ilmu yang disebut semiotik. Di dalam ilmu makna khususnya semiotik  dapat diketahui, apakah yang dimaksud dengan lambang, symbol dan tanda dan bagaimanakah perlambangan dalam lambang daerah dan gambar pada garuda pancasila itu menjadi tujuan dari adanya makalah ini.
1.2 Rumusan Masalah
     1. Apa hakikat semiotika?
     2. Apa hakikat lambang, simbol dan bedeanya dengan tanda?
      3. Bagaimanakah perlambangan ataupun makna pada lambang daerah maupun lambang garuda pancasila?
1.3 Tujuan
Tujuan yang akan dicapai dalam pembahasan makalah ini adalah agar para pembaca dapat mengetahui dan mengerti hakikat semiotic, lambang dan. Selain itu, apabila para pembaca membaca makalah ini maka pembaca akanmengetahui definisi ataupun pengertian dari semiotic, lambang, symbol serta contohnya.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1.    Pengertian Semotika
       Kata semiotika berasal dari bahasa Yunani semeion, yang berarti tanda. Maka secara istilah semiotika berarti ilmu tanda. Nama lain semiotik adalah semiologi (semiology) Semiotika adalah cabang ilmu yang berurusan dengan pengkajian tanda dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tanda, seperti sistem tanda dan proses yang berlaku bagi pengguna tanda. Dalam semiotika atau semiologi Saussure dalam (Chaer, 1994:37) ada beberapa jenis istilah yaitu antara lain tanda (sign), lambang (symbol), sinyal (signal), gejala (symptom), gerak isyarat (gesture), kode, indeks dan ikon.
       Tanda yaitu suatu atau sesuatu yang dapat menandai atau mewakili ide,pikiran, perasaan, benda dan tindakan secara langsung dan alamiah. Misalnya kalau tampak ada asap membumbung tinggi, maka kita tahu bahwa di sana pasti ada api,sebab asap merupakan tanda akan adanya api. Kalau kita melihat rumput dihalaman basah, itu menjadi tanda telah terjadi turun hujan.       Berbeda dengan tanda, simbol atau lambang tidak bersifat langsung dan alamiah. Lambang menandai sesuatu yang lain secara konvensional, tidak secara alamiah dan langsung. Misalnya, kalau di mulut gang atau jalan di jakarta ada bendera kuning (entah terbuat dari kertas atau kain), maka di daerah itu atau di jalan itu kita tahu bahwa ada orang meninggal dunia. Begitu pula dengan gambar padi dan kapas yang berada di dalam perisai burung Garuda Pancasila secara konvensional dipakai untuk melambangkan.
       Untuk mengetahui lambang ini tidak ada jalan lain selain harus mempelajarinya. Orang yang belum mengenal lambang, tidak akan tahu apa-apa dengan arti lambang. Pada segi lain mungkin barang yang sama dipakai juga menjadi lambang kepresidenan. Karena itu lambang disebut bersifat arbitrer, yaitu tidak adanya hubungan langsug antara lambang dengan yan dilambangkannya.Ide atau konsep untuk menyatakan adanya kematian dilambangkan dengan bendera kuning (jadi, dalam bentuk benda), dan ide atau konsep keadilan social dilambangkan dengan padi dan kapas (jadi dalam bentuk gambar).
Agar menjadi lebih jelas lagi apa yang dimaksud dengan lambang itu, baiklah kita bicarakan tanda-tanda lain yang menjadi objek kajian semiotika, sebagai bahan perbandingan. Tanda-tanda itu adalah sinyal, gerak isyarat (gesture), gejala, kode, indeks, dan ikon.Yang dimaksud dengan sinyal atau isyarat adalah tanda yang disengaja yang dibuat oleh pemberi sinyal agar si penerima sinyal melakukan sesuatu.Jadi, sinyal ini dapat dikatakan bersifat imperatif.Misalnya, letusan pistol dalam lomba lari. Letusan pistol yang ditembakan dengan sengaja merupakan sinyal atau isyarat bagi para pelari yang ikut berlomba untuk melakukan tindakan.; lari. Contoh lain, lampu lalu lintas dengan warna merah, hijau, dan kuning adalah juga sinyal yang harus dipatuhi oleh pengemudi. Bila lampu berwarna merah yang semula berwarna kuning menjadi isyarat atau sinyal bagi si pengemudi untuk menghentikan kendaraannya; dan bila lampu berwarna hijau yang tadinya berwarna merah menjadi isyarat bagi si pengemudi untuk segera menjalankan kendaraannya.
Dengan contoh lampu lalu lintas itu tampaknya ada ketumpangtindihan antara istilah tanda, lambang, dan sinyal, sebab ketiganya termasuk “tanda”. Yang jelas, tanda bersifat alami (ada asap tandanya ada api), lambang bersifat konvensi (gambar padi dan kapas lambang keadilan sosial), sedangkan sinyal bersifat imperatif. Maka, warma merah pada lampu lalu lintas itu melambangkan “bahaya” tetapi saat menyalanya setelah warna kuning merupakan isyarat begi pengemudi untuk berhenti. Contoh laiin yang lebih jelas, bunyi peluit panjang yang ditiup wasit merupakan lambang bahwa permainan telah usai (mengapa harus peluit panjang dan bukan bunyi peluit pendek-pendek tiga kali, adalah masalah konvensi), dan bagi penonton peluit panjang itu menjadi tanda bahwa permainan sudah selesai, sedangkan bagi pemain, peluit panjang itu menjadi isyarat atau sinyal bahwa mereka harus segera menghentikan permainan itu.
Gerak isyarat atau gesture adalah tanda yang dilakukan dengan gerakan anggota badan, dan tidak bersifat imperatif seperti pada sinyal.Gerak isyarat ini mungkin merupakan tanda mungkin juga merupakan simbol.Kalau seekor kucing merendahkan tubuhnya dengan pandangan lurus ke depan, lalu bergerak mundur sedikit, itu adalah tanda bahwa dia menerkam sesuatu; kalau seekor simpanse menunjukan kepada temannya gerakan-gerakan seperti sedang makan, itu menjadi tanda bahwa dia lapar.Lalu, kalau seorang manusia menganggukan kepala untuk menyatakan persetujuan atau penolakan (ada budaya yang menyatakanpersetujuan dengan mengangguk tetapi ada juga yang menyatakan penolakan dengan mengangguk), itu adalah simbol karena sifatnya yang arbitrer.Bagi binatang, seperti lebah dan simpanse, gerak isyarat ini merupakan alat komunikasi yang utama.
Gejala atau symptom adalah suatu tanda yang tidak disengaja, yang hasilnya tanpa maksud, tetapi alamiah untuk menunjukan atau mengungkapkan bahwa sesuatu akan terjadi. Gejala tidak menunjukan sesuatu yang sudah atau sedang terjadi, tetapi yang akan terjadi. Misalnya, kalau seseorang menderita demam selama beberapa hari, lalu dokter yang memeriksa mengatakannya, “ini gejala tipus”.Pada saat si dokter mengatakan “ini gejala tipus”, penyakit tipunya itu belumlah terjadi. Gejala sebenarnya agak mirip dengan tanda; hanya gejala itu agak terbatas, sebab tidak semua orang dapat menjelaskan artinya, atau apa yang akan terjadi nanti; sedangkan tanda itu berlaku umum.
Ikon adalah tanda yang paling mudah dipahami karena kemiripanya dengan sesuatu yang diwakili.Karena itu, ikon sering disebut gambar dari wujud yang diwakilinya.Misalnya, denah jalan, gambar bangunan, tiruan benda atau alam, baik dengan bahan kertas, batu, logam, dan sebagainya.Disini ada kemungkinan terjadi juga tumpang tindih antara sebuah ikon dengan lambang.Patung R.A. Kartini yang terbuat dari batu atau logam bisa merupakan ikon karena patung itu mewakili R.A. Kartininya; tetapi bisa juga patung itu adalah sebagai lambang yakni lambang perjuangan kaum wanita Indonesia.
Indeks adalah tanda yang menunjukan adanya sesuatu yang lain, seperti asap yang menunjukan adanya api. Contoh lain, suara gemuruh air yang menunjukan adanya sungai atau air terjun. Juga, tulisan “jalan ke puri” yang merupakan petunjuk arah ke puri.Tanda terakhir yang kita bicarakan adalah kode.Ciri kode sebagai tanda adalah adanya sistem, baik yang berupa simbol, sinyal, maupun gerak isyarat yang dapat mewakili pikiran, perasaan, ide, benda, tindakan yang disepakati untuk maksud tertentu. Bahasa rahasia yang digunakan oleh sekelompok petugas keamanan dalam melaksanakan tugasnya tentunya  mempunyai sistem. Karena itu, bahasa rahasia itu bisa juga disebut sebagai kode.



2.2.    Arti Sebuah Logo
Sudah disebutkan diatas bahwa perlambangan ide atau konsep dapat diwujudkan dalam bentuk benda,gambar atau bahkan bunyi (bila lambang-lambang bahasa). Berikut ini contoh perlambangan dan maknanya dalam logo Starbucks Coffee.
2.2.1. Arti Dibalik Logo Starbucks Coffee

Anda penggemar kopi?Starbucks adalah salah satu jenis kopi yang terkenal di dunia. Untuk anda yang masih penasaran dan belum tahu tentang arti dan sejarah logo dibalik gambar kopi Starbucks maka aku akan menuliskan tentang arti dibalik logoStarbucks Coffee.

2.2.2. Arti Dibalik Logo Starbucks Coffee
Starbucks adalah kopi terbesar rumah pengecer di dunia saat ini  dengan lebih dari 15.000 toko di lebih dari 42 negara. Dengan adanya toko Starbucks di hampir setiap sudut, maka jutaan orang bisa melihat logo Starbucks yang terkenal setiap hari. Logo Starbucks khas telah mencapai pengakuan visual luas seperti dalam keakraban dengan nama merek Starbucks sendiri. Pada saat yang sama mistik tertentu mengelilingi citra merek dagang dan putri duyung yang tidak biasa seperti dalam gambar di tengah logo. Melambangkan/mewakili mitos apa dibalik logo tersebut?  dan apa yang harus dilakukan dengan kopi?

2.2.3.  Asal Logo Starbucks Yang Asli
Logo asli berasal pada tahun 1971 yang dibuat setelah abad ke-15 Norse ukiran kayu dan gambar dua ekor putri duyung mitos sirene.Sirene adalah mitologi yang berasal dari Yunani yang merupakan sosok perempuan menarik dan tak tertahankan, biasanya half-fish/half-women (berbagai putri duyung). Tujuan sirene adalah untuk merayu pelaut berlayar di laut dengan lagu menarik yang paling kuat, dan sering terjadi rentan kematian malang pelaut yang tidak bisa menahan godaan.
Dengan skema warna cokelat kopi cincin melingkar mengelilingi sosok putri duyung mitologis berisi teks Starbucks-Coffee-Tea-Spices. Keseluruhan gambar dirancang dengan menyerupai label cerutu pita. Simbolisme sirene putri duyung tidak dimaksudkan untuk menyarankan runtuhnya pelanggan yang membeli kopi tapi mewakili kualitas menarik dan menggoda dari kopi itu sendiri. Selama tiga puluh lima tahun terakhir logo Starbucks telah mengalami beberapa perubahan yang signifikan, namun tetap mengikuti tema yang asli.
Versi asli tetap digunakan sampai tahun 1987 ketika Howard Schultz meningkatkan modal yang cukup dari investor lokal untuk membeli Starbucks dari pendirinya sebanyak 3,7 juta. Schultz sebelumnya meninggalkan Starbucks pada tahun 1985 untuk mengejar visinya tentang gaya Eropa espresso cafe ketika ia memulai the II Giornale coffee house. The II Giornale logo mencerminkan tema yang cepat dengan kepala Merkurius yaitu utusan dewa saat derasnya tentang mitologi Romawi di pusat kota.
Setelah pembelian Starbucks pada tahun 1987 maka logo Starbucks dibersihkan sedikit dan sedikit lebih cocok dengan citra perusahaan yang baru.Payudara telanjang yang ditutupi oleh putri duyung dengan rambut yang terurai, meskipun pusarnya masih terlihat. Dan skema warna berubah dari warna coklat kopi di logo yang asli ke warna hijau akrab didirikan oleh Giornale logo II.Teks dalam band melingkar mengelilingi diubah menjadi "Starbucks Coffee".
2.2.4. Logo Starbucks Kedua Tahun 1987-1992
Sebuah revisi ketiga dari logo Starbucks pada tahun 1992 terdapat gambar putri duyung dengan tampilan close-up dan pusarnya tidak lagi terlihat.Ekor putri duyung di kedua sisi yang sebagian besar tertutup menciptakan beberapa misteri dan pertanyaan bagi mereka yang tidak akrab dengan logo sebelumnya.
2.2.5.  Logo Starbucks Saat Ini
Baru-baru ini pada bulan April tahun 2008 adalah pengenalan Pike Place Roast blend, Starbucks telah kembali memperkenalkan versi logo asli . Meskipun ini bukan pengganti logo Starbucks saat ini, ''you'ill find this retro-logo on the Pike Place Roast cups and Pike Place Roast bags of coffee beans''. Versi logo baru ini mirip dengan motif cerutu dari logo asli pada tahun 1970-an dengan beberapa perbedaan.
Ungkapan di sekeliling logo tua itu "Starbucks-Coffee-Tea-Spices".  Logo baru yang akrab, "Starbucks Fresh Roasted Coffee."Dan payudara telanjang pada gambar putri duyung asli tidak ditutupi dengan kunci mengalir nya rambut.Itulah Arti Dibalik Logo Starbucks Coffee yang sumbernya aku ambil dari Gourmet Coffee Zone.
2.3.    Semiotika Logo Starbucks Coffee
Dengan skema warna cokelat kopi cincin melingkar mengelilingi sosok putri duyung mitologis berisi teks Starbucks-Coffee-Tea-Spices. Keseluruhan gambar dirancang dengan menyerupai label cerutu pita. Simbolisme sirene putri duyung tidak dimaksudkan untuk menyarankan runtuhnya pelanggan yang membeli kopi tapi mewakili kualitas menarik dan menggoda dari kopi itu sendiri.
Wanita dala logo starbucks itu adalah Syren. Siapa itu Syren? Syren  sendiri adalah putri duyung berekor kembar dalam mitologi Yunani. Penggunaan gambar Syren ini dipilih karena nama Starbucks berasal dari cerita kapten Arab, yang berpetualang di lautan lepas sehingga pemilih Syeren ini dirasa tepat dan ada keterkaitan. Dua binatang dan gambar putri duyung Syren yang memakai mahkota tepat di tengahnya.







BAB III
PENUTUP
4.1.    Simpulan
Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tanda-tanda yang ada hubunganya dalama kehidupan manusia, termasuk bahasa yang dilambangkan dengan bunyi, atau bisa juga dilambangkan dalam bentuk benda (kematian dilambangkan dengan bendera bentuk kuning, dan dalam bentuk gambar dilambangkan dengan bentuk gambar seperti dalam burung garuda, keadilan social dilambangkan dengan gambar padi dan kapas.  Kajian semiotika istilah lambang dan symbol memiliki arti yang sama yaitu suatu atau sesuatu yang menandai yang lain secara konvensional, tidak bersifat alamiah, symbol/lambang juga bersifat arbitrer yaitu tidak adanya hubungan langsung antara lambang dengan yang dilambangkan berbeda dengan tanda yang justru mempunyao pengertian sebaliknya sebailknya.
4.2.    Saran
Semoga makalah yang sudah disampaikan oleh penulis dapat memberikan pemahaman kepada pembaca tentang apa yang sudah dibahas, dan tentu penulis berharap kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk kesempurnaan makalah ini.











DAFTAR PUSTAKA

Chaer, Abdul.1994.Linguistik Umum. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Pateda, Mansoer.2010.Semantik Leksikal.Jakarta: PT. Rineka Cipta
http://robymauliza-starbucks.blogspot.com/2014/06/sejarah-dan-arti-dibalik-logo-starbucks.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar