SEMIOTIKA,LAMBANG
DAN SIMBOL
PADA LOGO
STARBUCKS
DI SUSUN OLEH
|
:
|
|
NAMA
|
:
|
RAHMAT
NIM:
ROHMAT HARIYANTO
NIM : 13. 191.025
|
KELAS
|
:
|
ILMU KOMUNIKASI ( IK 2B )
|
MATA KULIAH
|
:
|
SEMIOTIKA DASAR
|
DOSEN PENGAMPUH
|
:
|
AHMAD MUHAIMIN, S.SOS., M.Si.
|
DEPARTEMEN PERGURUAN TINGGI
UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
( F I K O M )
TAHUN 2015
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang
Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya yang dianugerahkan kepada kami, sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya yang telah ditentukan.
Adapun judul makalah ini adalah “Semiotika,
Lambang dan Simbol”
Tujuan
dari penyusunan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah semantik yang
telah diberikan oleh dosen, supaya kami lebih memahami hakikatSemiotika,Lambang
dan Simbol.
Akhirnya,
kami mengucapkan terima kasih dan mengharapkan kritik serta saran yang positif
dan bersifat membangun dari para pembaca demi penyempurnaan dan perbaikan
makalah ini selanjutnya.Semoga makalah ini bermanfaat bagi seluruh pembaca.
Palembang,
11 Mei 2015
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Kata
lambang sudah sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari.Umpamanya dalam
membicarakan bendera kita Sang Merah Putih sering dikatakan warna merah adalah
lambang keberanian dan putih lambang kesucian.Atau gambar bintang dalam burung
Garuda Pancasila yang menjadi lambang Negara kita yang merupakan lambang asas
ketuhanan Yang Maha Esa; serta gambar padi dan kapas yang merupakan lambang
asas keadillan social.
Kata
lambangsering dipadankan dengan kata simbol dengan pengertian yang sama atau
bahkan Saussure dalam (Chaer, 1994:39) menggunakan istilah tanda (signe) atau
tanda lingusitik (signe linguistique),
bahkan akhir-akhir ini sudah biasa juga digunakan istilah penanda “untuk yang menandai” Signifie menurut peristilahan de
Saussure) dan petanda “untuk yang
ditandai” .
Untuk
mengetahui dan menjawab perbedaan ataupun persamaan istilah tersebut secara
mendalam, perlu ditelusuri melalui disiplin ilmu yang disebut semiotik. Di dalam ilmu makna khususnya
semiotik dapat diketahui, apakah yang
dimaksud dengan lambang, symbol dan tanda dan bagaimanakah perlambangan dalam
lambang daerah dan gambar pada garuda pancasila itu menjadi tujuan dari adanya
makalah ini.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa
hakikat semiotika?
2. Apa
hakikat lambang, simbol dan bedeanya dengan tanda?
3. Bagaimanakah perlambangan ataupun makna pada lambang
daerah maupun lambang garuda pancasila?
1.3 Tujuan
Tujuan
yang akan dicapai dalam pembahasan makalah ini adalah agar para pembaca dapat
mengetahui dan mengerti hakikat semiotic, lambang dan. Selain itu, apabila para
pembaca membaca makalah ini maka pembaca akanmengetahui definisi ataupun
pengertian dari semiotic, lambang, symbol serta contohnya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Pengertian Semotika
Kata semiotika berasal dari bahasa Yunani
semeion, yang berarti tanda. Maka
secara istilah semiotika berarti ilmu tanda.
Nama lain semiotik adalah semiologi (semiology) Semiotika
adalah cabang ilmu yang berurusan dengan pengkajian tanda dan segala sesuatu
yang berhubungan dengan tanda, seperti sistem tanda dan proses yang berlaku
bagi pengguna tanda. Dalam semiotika atau semiologi Saussure dalam
(Chaer, 1994:37) ada beberapa jenis istilah yaitu antara lain tanda (sign),
lambang (symbol), sinyal (signal), gejala (symptom), gerak isyarat (gesture),
kode, indeks dan ikon.
Tanda yaitu suatu atau sesuatu yang dapat
menandai atau mewakili ide,pikiran, perasaan, benda dan tindakan secara
langsung dan alamiah. Misalnya kalau tampak ada asap membumbung tinggi, maka
kita tahu bahwa di sana pasti ada api,sebab asap merupakan tanda akan adanya
api. Kalau kita melihat rumput dihalaman basah, itu menjadi tanda telah terjadi
turun hujan. Berbeda dengan tanda, simbol atau lambang
tidak bersifat langsung dan alamiah. Lambang menandai sesuatu yang lain secara
konvensional, tidak secara alamiah dan langsung. Misalnya, kalau di mulut gang
atau jalan di jakarta ada bendera kuning (entah terbuat dari kertas atau kain),
maka di daerah itu atau di jalan itu kita tahu bahwa ada orang meninggal dunia.
Begitu pula dengan gambar padi dan kapas yang berada di dalam perisai burung
Garuda Pancasila secara konvensional dipakai untuk melambangkan.
Untuk mengetahui lambang ini tidak ada jalan
lain selain harus mempelajarinya. Orang yang belum mengenal lambang, tidak akan
tahu apa-apa dengan arti lambang. Pada segi lain mungkin barang yang sama
dipakai juga menjadi lambang kepresidenan. Karena itu lambang disebut bersifat
arbitrer, yaitu tidak adanya hubungan langsug antara lambang dengan yan
dilambangkannya.Ide atau konsep untuk menyatakan adanya kematian dilambangkan
dengan bendera kuning (jadi, dalam bentuk benda), dan ide atau konsep keadilan
social dilambangkan dengan padi dan kapas (jadi dalam bentuk gambar).
Agar
menjadi lebih jelas lagi apa yang dimaksud dengan lambang itu, baiklah kita
bicarakan tanda-tanda lain yang menjadi objek kajian semiotika, sebagai bahan
perbandingan. Tanda-tanda itu adalah sinyal, gerak isyarat (gesture), gejala,
kode, indeks, dan ikon.Yang dimaksud dengan sinyal atau isyarat adalah tanda
yang disengaja yang dibuat oleh pemberi sinyal agar si penerima sinyal
melakukan sesuatu.Jadi, sinyal ini dapat dikatakan bersifat imperatif.Misalnya,
letusan pistol dalam lomba lari. Letusan pistol yang ditembakan dengan sengaja
merupakan sinyal atau isyarat bagi para pelari yang ikut berlomba untuk
melakukan tindakan.; lari. Contoh lain, lampu lalu lintas dengan warna merah,
hijau, dan kuning adalah juga sinyal yang harus dipatuhi oleh pengemudi. Bila
lampu berwarna merah yang semula berwarna kuning menjadi isyarat atau sinyal
bagi si pengemudi untuk menghentikan kendaraannya; dan bila lampu berwarna
hijau yang tadinya berwarna merah menjadi isyarat bagi si pengemudi untuk
segera menjalankan kendaraannya.
Dengan
contoh lampu lalu lintas itu tampaknya ada ketumpangtindihan antara istilah
tanda, lambang, dan sinyal, sebab ketiganya termasuk “tanda”. Yang jelas, tanda
bersifat alami (ada asap tandanya ada api), lambang bersifat konvensi (gambar
padi dan kapas lambang keadilan sosial), sedangkan sinyal bersifat imperatif.
Maka, warma merah pada lampu lalu lintas itu melambangkan “bahaya” tetapi saat
menyalanya setelah warna kuning merupakan isyarat begi pengemudi untuk
berhenti. Contoh laiin yang lebih jelas, bunyi peluit panjang yang ditiup wasit
merupakan lambang bahwa permainan telah usai (mengapa harus peluit panjang dan
bukan bunyi peluit pendek-pendek tiga kali, adalah masalah konvensi), dan bagi
penonton peluit panjang itu menjadi tanda bahwa permainan sudah selesai,
sedangkan bagi pemain, peluit panjang itu menjadi isyarat atau sinyal bahwa
mereka harus segera menghentikan permainan itu.
Gerak
isyarat atau gesture adalah tanda
yang dilakukan dengan gerakan anggota badan, dan tidak bersifat imperatif
seperti pada sinyal.Gerak isyarat ini mungkin merupakan tanda mungkin juga
merupakan simbol.Kalau seekor kucing merendahkan tubuhnya dengan pandangan
lurus ke depan, lalu bergerak mundur sedikit, itu adalah tanda bahwa dia
menerkam sesuatu; kalau seekor simpanse menunjukan kepada temannya
gerakan-gerakan seperti sedang makan, itu menjadi tanda bahwa dia lapar.Lalu,
kalau seorang manusia menganggukan kepala untuk menyatakan persetujuan atau
penolakan (ada budaya yang menyatakanpersetujuan dengan mengangguk tetapi ada
juga yang menyatakan penolakan dengan mengangguk), itu adalah simbol karena
sifatnya yang arbitrer.Bagi binatang, seperti lebah dan simpanse, gerak isyarat
ini merupakan alat komunikasi yang utama.
Gejala
atau symptom adalah suatu tanda yang
tidak disengaja, yang hasilnya tanpa maksud, tetapi alamiah untuk menunjukan
atau mengungkapkan bahwa sesuatu akan terjadi. Gejala tidak menunjukan sesuatu
yang sudah atau sedang terjadi, tetapi yang akan terjadi. Misalnya, kalau
seseorang menderita demam selama beberapa hari, lalu dokter yang memeriksa
mengatakannya, “ini gejala tipus”.Pada saat si dokter mengatakan “ini gejala
tipus”, penyakit tipunya itu belumlah terjadi. Gejala sebenarnya agak mirip
dengan tanda; hanya gejala itu agak terbatas, sebab tidak semua orang dapat
menjelaskan artinya, atau apa yang akan terjadi nanti; sedangkan tanda itu
berlaku umum.
Ikon
adalah tanda yang paling mudah dipahami karena kemiripanya dengan sesuatu yang
diwakili.Karena itu, ikon sering disebut gambar dari wujud yang
diwakilinya.Misalnya, denah jalan, gambar bangunan, tiruan benda atau alam,
baik dengan bahan kertas, batu, logam, dan sebagainya.Disini ada kemungkinan
terjadi juga tumpang tindih antara sebuah ikon dengan lambang.Patung R.A.
Kartini yang terbuat dari batu atau logam bisa merupakan ikon karena patung itu
mewakili R.A. Kartininya; tetapi bisa juga patung itu adalah sebagai lambang
yakni lambang perjuangan kaum wanita Indonesia.
Indeks
adalah tanda yang menunjukan adanya sesuatu yang lain, seperti asap yang
menunjukan adanya api. Contoh lain, suara gemuruh air yang menunjukan adanya
sungai atau air terjun. Juga, tulisan “jalan ke puri” yang merupakan petunjuk
arah ke puri.Tanda terakhir yang kita bicarakan adalah kode.Ciri kode sebagai tanda adalah adanya sistem, baik yang berupa
simbol, sinyal, maupun gerak isyarat yang dapat mewakili pikiran, perasaan,
ide, benda, tindakan yang disepakati untuk maksud tertentu. Bahasa rahasia yang
digunakan oleh sekelompok petugas keamanan dalam melaksanakan tugasnya tentunya mempunyai sistem. Karena itu, bahasa rahasia
itu bisa juga disebut sebagai kode.
2.2.
Arti Sebuah Logo
Sudah
disebutkan diatas bahwa perlambangan ide atau konsep dapat diwujudkan dalam
bentuk benda,gambar atau bahkan bunyi (bila lambang-lambang bahasa). Berikut
ini contoh perlambangan dan maknanya dalam logo Starbucks Coffee.
2.2.1. Arti Dibalik Logo Starbucks
Coffee

Anda
penggemar kopi?Starbucks adalah salah satu jenis kopi yang terkenal di dunia.
Untuk anda yang masih penasaran dan belum tahu tentang arti dan sejarah logo
dibalik gambar kopi Starbucks maka aku akan menuliskan tentang arti dibalik
logoStarbucks Coffee.
2.2.2. Arti
Dibalik Logo Starbucks Coffee
Starbucks
adalah kopi terbesar rumah pengecer di dunia saat ini dengan lebih dari
15.000 toko di lebih dari 42 negara. Dengan adanya toko Starbucks di hampir
setiap sudut, maka jutaan orang bisa melihat logo Starbucks yang terkenal
setiap hari. Logo Starbucks khas telah mencapai pengakuan visual luas seperti
dalam keakraban dengan nama merek Starbucks sendiri. Pada saat yang sama mistik
tertentu mengelilingi citra merek dagang dan putri duyung yang tidak biasa
seperti dalam gambar di tengah logo. Melambangkan/mewakili mitos apa dibalik
logo tersebut? dan apa yang harus dilakukan dengan kopi?
2.2.3. Asal Logo Starbucks Yang Asli
Logo
asli berasal pada tahun 1971 yang dibuat setelah abad ke-15 Norse ukiran kayu
dan gambar dua ekor putri duyung mitos sirene.Sirene adalah mitologi yang
berasal dari Yunani yang merupakan sosok perempuan menarik dan tak tertahankan,
biasanya half-fish/half-women (berbagai putri duyung). Tujuan sirene adalah
untuk merayu pelaut berlayar di laut dengan lagu menarik yang paling kuat, dan
sering terjadi rentan kematian malang pelaut yang tidak bisa menahan godaan.
Dengan
skema warna cokelat kopi cincin melingkar mengelilingi sosok putri duyung
mitologis berisi teks Starbucks-Coffee-Tea-Spices. Keseluruhan gambar
dirancang dengan menyerupai label cerutu pita. Simbolisme sirene putri
duyung tidak dimaksudkan untuk menyarankan runtuhnya pelanggan yang membeli kopi
tapi mewakili kualitas menarik dan menggoda dari kopi itu sendiri. Selama
tiga puluh lima tahun terakhir logo Starbucks telah mengalami beberapa
perubahan yang signifikan, namun tetap mengikuti tema yang asli.

Versi
asli tetap digunakan sampai tahun 1987 ketika Howard Schultz
meningkatkan modal yang cukup dari investor lokal untuk membeli Starbucks dari
pendirinya sebanyak 3,7 juta. Schultz sebelumnya meninggalkan Starbucks pada
tahun 1985 untuk mengejar visinya tentang gaya Eropa espresso cafe ketika ia
memulai the II Giornale coffee house. The II Giornale logo mencerminkan
tema yang cepat dengan kepala Merkurius yaitu utusan dewa saat derasnya tentang
mitologi Romawi di pusat kota.
Setelah
pembelian Starbucks pada tahun 1987 maka logo Starbucks dibersihkan sedikit dan
sedikit lebih cocok dengan citra perusahaan yang baru.Payudara telanjang yang
ditutupi oleh putri duyung dengan rambut yang terurai, meskipun pusarnya masih
terlihat. Dan skema warna berubah dari warna
coklat kopi di logo yang asli ke warna hijau akrab didirikan oleh Giornale logo
II.Teks dalam band melingkar mengelilingi diubah menjadi "Starbucks
Coffee".
2.2.4. Logo Starbucks Kedua Tahun 1987-1992
Sebuah
revisi ketiga dari logo Starbucks pada tahun 1992 terdapat gambar putri duyung
dengan tampilan close-up dan pusarnya tidak lagi terlihat.Ekor putri duyung di
kedua sisi yang sebagian besar tertutup menciptakan beberapa misteri dan
pertanyaan bagi mereka yang tidak akrab dengan logo sebelumnya.

2.2.5. Logo Starbucks Saat Ini
Baru-baru
ini pada bulan April tahun 2008 adalah pengenalan Pike Place Roast blend,
Starbucks telah kembali memperkenalkan versi logo asli . Meskipun ini bukan
pengganti logo Starbucks saat ini, ''you'ill find this retro-logo on the
Pike Place Roast cups and Pike Place Roast bags of coffee beans''. Versi
logo baru ini mirip dengan motif cerutu dari logo asli pada tahun 1970-an
dengan beberapa perbedaan.
Ungkapan
di sekeliling logo tua itu "Starbucks-Coffee-Tea-Spices".
Logo baru yang akrab, "Starbucks Fresh Roasted Coffee."Dan
payudara telanjang pada gambar putri duyung asli tidak ditutupi dengan kunci
mengalir nya rambut.Itulah Arti Dibalik Logo Starbucks Coffee yang
sumbernya aku ambil dari Gourmet Coffee Zone.
2.3.
Semiotika Logo
Starbucks Coffee
Dengan
skema warna cokelat kopi cincin melingkar mengelilingi sosok putri duyung
mitologis berisi teks Starbucks-Coffee-Tea-Spices. Keseluruhan gambar
dirancang dengan menyerupai label cerutu pita. Simbolisme sirene putri
duyung tidak dimaksudkan untuk menyarankan runtuhnya pelanggan yang membeli
kopi tapi mewakili kualitas menarik dan menggoda dari kopi itu sendiri.
Wanita dala logo starbucks itu adalah
Syren. Siapa itu Syren? Syren sendiri
adalah putri duyung berekor kembar dalam mitologi Yunani. Penggunaan gambar
Syren ini dipilih karena nama Starbucks berasal dari cerita kapten Arab, yang
berpetualang di lautan lepas sehingga pemilih Syeren ini dirasa tepat dan ada
keterkaitan. Dua binatang dan gambar putri duyung Syren yang memakai mahkota
tepat di tengahnya.
BAB III
PENUTUP
4.1.
Simpulan
Semiotika
adalah ilmu yang mempelajari tanda-tanda yang ada hubunganya dalama kehidupan manusia,
termasuk bahasa yang dilambangkan dengan bunyi, atau bisa juga dilambangkan
dalam bentuk benda (kematian dilambangkan dengan bendera bentuk kuning, dan
dalam bentuk gambar dilambangkan dengan bentuk gambar seperti dalam burung
garuda, keadilan social dilambangkan dengan gambar padi dan kapas. Kajian semiotika istilah lambang dan symbol
memiliki arti yang sama yaitu suatu atau sesuatu yang menandai yang lain secara
konvensional, tidak bersifat alamiah, symbol/lambang juga bersifat arbitrer
yaitu tidak adanya hubungan langsung antara lambang dengan yang dilambangkan
berbeda dengan tanda yang justru mempunyao pengertian sebaliknya sebailknya.
4.2.
Saran
Semoga
makalah yang sudah disampaikan oleh penulis dapat memberikan pemahaman kepada
pembaca tentang apa yang sudah dibahas, dan tentu penulis berharap kritik dan
saran yang membangun dari pembaca untuk kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Chaer,
Abdul.1994.Linguistik Umum. Jakarta:
PT. Rineka Cipta
Pateda,
Mansoer.2010.Semantik Leksikal.Jakarta:
PT. Rineka Cipta
http://robymauliza-starbucks.blogspot.com/2014/06/sejarah-dan-arti-dibalik-logo-starbucks.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar